
Dialog bapak-bapak yang fanatik bola. Jangan dibawa ke VAR ya… 😄
📍Ahad malam, 19 Juli 2026
🏠 Asrama Putra Bina Umat
Malam itu suasana pondok mulai adem. Santri selesai belajar malam. Sebagian sudah melirik jam dinding.
Bukan karena ngantuk…
Tapi karena malam ini katanya ada Final Piala Dunia! 🤭⚽
Tiba-tiba datanglah seorang bapak pecinta bola.
👨 Bapak:
Tadh… Piala Dunia jagoin mana?
👳 Ustadz:
Saya sih aslinya Maroko.
👨
Laa… Maroko kan sudah kalah 2-0 sama Perancis.
👳
Iya sih… sedih juga. 😔 Ya sudah, saya pindah dukung Perancis.
👨
Ehh… Perancis juga kalah 2-0 sama Spanyol.
👳
Hah… iya juga ya. 🤣 Kalau gitu saya jagoin Spanyol saja. Argentina mah gak usah ikut-ikutan menang.
👨
Finalnya jam 02.00 pagi nanti lho, Tadh.
👳
Iya… saya sudah hafal. Bahkan ayam kampung pondok juga belum bangun jam segitu. 🐔😂
👨
Anak-anak boleh nonton nggak?
👳
Boleh dong! Di asrama putra nanti ada nobar final. Layar lebar, suara mantap. Pokoknya serasa di stadion… minus terompet. 📺⚽
👨
Wah… keren banget, Tadh.
👳
Tapi ada syaratnya.
👨
Nah loh… kok pakai syarat segala?
👳
Sebelum nonton wajib wudhu dulu.
👨
Habis itu?
👳
Berdoa yang khusyuk…
“Ya Allah… mudahkan Akhi Lamine Yamal mencetak dua gol tanpa balas.”
👨
Hahaha… kenapa harus Lamine Yamal?
👳
Lho… dia kan saudara kita sesama muslim. Masa gak didoakan? 🤲😁
👨
Laa… terus Messi?
👳
Yaa… Messi itu legenda. Tapi… sekarang waktunya menikmati masa pensiun sambil minum teh hangat. 🤣☕
👨
Hahaha… nanti kalau Argentina menang gimana?
👳
Ya tinggal bilang… “Qaddarallahu wa ma syaa’a fa’ala.” Yang penting jangan sampai gara-gara bola besok Subuh malah kesiangan. 😆
Akhirnya mereka sama-sama tertawa.
Karena di pondok…
Boleh beda klub. ⚽
Boleh beda negara jagoan. 🌍
Tapi tetap satu saf saat salat berjamaah. 🤲❤️
—
Cerita ini hanya imajiner untuk hiburan. Jangan diprotes sama FIFA ya. 😂
✍️ By @arifagungn