Gen Alpha: Belajar Itu Yang Masuk Minumannya atau Ilmunya?

Najwa, Gen Alpha: Yang Masuk Minumannya atau Ilmunya
Najwa, Gen Alpha: Belajar Itu Yang Masuk Minumannya atau Ilmunya

 

Rabu, 22 Juli 2026.

Habis Zuhur jadwal mengajar kelas 8D SMP IT Bina Umat. Kelasnya berada di sebelah timur Asrama Putri, persis di samping ruang guru ustazah.

Dengan penuh semangat, ustadh melangkah menuju kelas. Kopiah terpasang rapi, baju putih bersih, celana cokelat, sepatu pantofel mengilap. Pokoknya aura “siap mengajar” sudah level maksimal. ๐Ÿ˜Ž

Masuk kelas…

“Assalamualaikum…”

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh…” jawab seluruh santri serempak.

Masya Allah… hati langsung adem. โค๏ธ

Seperti biasa, pelajaran dibuka dengan doa, semoga Allah memberikan kemudahan dalam menuntut ilmu, keberkahan, dan kefahaman.

Eh… tapi kok pandangan malah berhenti ke atas meja para santri. ๐Ÿค”

Lho…

Ini apa ya? ๐Ÿคฃ

Di meja ada es warna hijau… ๐Ÿฅค

Ada es jeruk… ๐ŸŠ

Ada botol minuman warna-warni…

Yang lain bawa tumbler.

Paling mencolok tentu saja… Najwa!

Di depan Najwa berjajar tiga botol minuman. ๐Ÿ˜…

Ustadh langsung nyeletuk,

ยซ”Najwa… itu mau dihabiskan sendiri, atau sekalian buat teman-temannya?” ๐Ÿ˜‚ยป

Satu kelas langsung pecah tertawa. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

Dalam hati muncul pertanyaan besar…

Sebenarnya yang mau masuk ke otak hari ini itu minumannya… atau ilmunya ya? ๐Ÿคญ

Beginilah rasanya mengajar Generasi Alpha.

Bekalnya bukan lagi buku dan pensil…

Tapi kafe berjalan. ๐Ÿ˜…

Yang lebih mengharukan lagi…

Ustadh yang mengajar dari awal sampai akhir…

nggak ada yang nawarin satu teguk pun. ๐Ÿฅน

Ya sudah…

Mari kita baca istighfar bersama…

Astaghfirullahal ‘adzim… ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜‚

Belum selesai sampai di situ.

Saat menulis materi di papan, ustadh berkata,

“Kayla… ayo ditulis catatannya ya…”

Dengan santainya Kayla menjawab,

ยซ”Ustadh itu nambah-nambah pekerjaan…” ๐Ÿ˜ญ๐Ÿคฃยป

Lhaaa…

Ustadh langsung melongo sebentar. ๐Ÿ˜‚

Dalam hati, “Nak… yang nambah pekerjaan itu ustadh apa masa depanmu?” ๐Ÿคญ

Mau menegur kok malah ikut ketawa.

Akhirnya…

Istighfar jilid dua.

Astaghfirullahal ‘adzim… ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜‚

Begitulah kisah siang ini.

Mengajar itu ternyata bukan sekadar menyampaikan ilmu.

Kadang juga harus siap melihat meja santri berubah jadi etalase minuman… dan mendengar komentar polos yang bikin senyum-senyum sendiri. ๐Ÿ˜…

Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita, menyehatkan badan mereka, melancarkan rezeki orang tuanya, dan yang paling penting…

Semoga yang masuk ke hati mereka bukan cuma esnya… tapi juga ilmunya. ๐Ÿคฒ๐Ÿ˜Š

By @arifagungn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *