
π€οΈ *Cerita Pagi Hari…*
π Kamis, 23 Juli 2026
Hari Kamis ini kebetulan tidak ada jadwal mengajar. Seperti biasa, pagi-pagi keliling ke asrama putra. Berlagak inspeksi… entah inspeksi apa. π
Mampir sebentar ke dapur. Menyapa para pejuang yang setiap hari menyiapkan makanan untuk ratusan santri. ππ₯¬
Ada Bu Supri, Bu Iyut, Pak Karman, Pak Budi, dan Bu Arifin. β€οΈ
Mereka ini luar biasa. Tujuh hari dalam sepekan tetap masuk. Libur mereka bukan soal tanggal merah, tapi ketika Allah memberi kekuatan untuk terus melayani para santri.
Semangat terus ya, Bapak dan Ibu… π€²πΉ
Lanjut ke arah asrama putra.
Di depan bertemu Ustadh Zaini, Kepala Kepengasuhan Putra. Beliau lagi santai menikmati ubi madu. π π
Tanpa basa-basi…
“Njaluk Tadh… kayake enak deh…” π€
Alhamdulillah… dapat juga sepotong. Duduk ngobrol dengan beliau memang jarang. Maklum, waktunya habis untuk mengajar Al-Qur’an dan mengurus begitu banyak santri.
Sebelum berpisah beliau berkata,
“Tadh… Azka belum masuk kelas. Masih belum semangat.”
Ah… Azka lagi.
Santri baru yang masih berjuang melawan rasa rindu rumah. π₯Ίπ‘
Saya pun naik ke lantai dua asrama siswa baru.
Satu per satu kamar saya tengok.
Sampailah di kamar nomor empat.
Sepi…
Tapi kok di ranjang atas ada kaki menjuntai keluar selimut. π£π
Saya naik.
Pelan-pelan saya bangunkan.
Anak itu menggeliat, membuka mata setengah sadar. π΄
Tanpa berpikir panjang saya langsung berkata,
“Azka… ayo kita jalan-jalan.” πΆββοΈποΈ
Anaknya cuma bengong.
Kayaknya nyawanya belum genap seratus persen. π€£
Eh…
Setelah benar-benar sadar…
Lho… ini bukan Azka!! ππ
Ternyata namanya Althof.
Azka ada di kamar sebelah.
Waduhhhh… π€¦ββοΈπ€£
Mana tadi sudah terlanjur bilang,
“Ayo kita jalan-jalan…”
Kata-kata itu susah ditarik kembali.
Ya sudah…
Althof… kita benar-benar jalan-jalan! πποΈ
Turun ke bawah.
Ketemu lagi Bu Supri dan Bu Iyut.
Saya bercanda,
“Buuu… ini lho cucunya belum mau berangkat sekolah…” π
Bu Supri langsung tersenyum.
Ternyata Althof memang sedang kurang sehat. Sesak napas, batuk, sudah ke klinik, dan sudah minum obat. ππ€²
Mesin Vixion merah plat S pun dinyalakan. ποΈπ¨
Tujuan pagi ini…
π Warung Mie Ayam Ngebrak, Gamplong, pinggir rel kereta.
Perjalanan sekitar lima belas menit.
Sesampainya di sana…
Pesan mie ayam π, teh panas β, dan jeruk panas π.
Biar perutnya kenyang dulu.
Karena ada satu nasihat yang selalu saya ingat.
> “Kalau mau menasihati anak lelaki, pastikan dulu perutnya kenyang.” β€οΈ
Sambil makan, kami ngobrol.
Namanya Althof.
Asli Balikpapan, sekarang tinggal di Tangerang.
Dulu pertama kali masuk pondok diantar sekeluarga. Bahkan kakaknya juga alumni Bina Umat. π
Lalu saya berpikir…
Kalau obat klinik belum cukup…
Mungkin ada satu obat lagi.
π± Video Call dengan Uminya.
Alhamdulillah…
Tersambung. β€οΈπ₯Ή
Dari seberang sana terdengar suara Umi.
Sedang menunggu rumah di Tangerang selesai direnovasi. Jadi nanti yang pertama menjenguk kemungkinan kakaknya atau tantenya.
Beberapa menit mereka bercakap-cakap.
Wajah Althof yang tadi murung…
Pelan-pelan berubah. π
Ada senyum kecil yang mulai muncul.
Masyaallah…
Kadang…
Yang paling menyembuhkan bukan obat.
Tetapi suara seorang ibu. β€οΈπ©
Yang paling lucu justru ketika Uminya bertanya,
“Nak… siapa Ustadh yang ngajak jalan-jalan?”
Althof menjawab polos,
“Nggak tahu…” π€£π€£π€£
Ya iya lah…
Dibangunkan tiba-tiba…
Langsung diajak naik motor…
Mana sempat tanya nama. π
Saya pun langsung nyeletuk dari samping,
“Namanya Ustadh Gantenxxx…” ππ€£
Seketika pecahlah tawa kami semua.
πππ
Begitulah episode hari ini.
Awalnya salah anak.
Tapi mungkin…
Allah memang sedang mempertemukan orang yang tepat, pada waktu yang tepat. π€²β€οΈ
Karena saya percaya…
Perhatian sekecil apa pun kepada anak orang lain, tidak akan pernah sia-sia.
Bukankah saya juga punya anak yang usianya hampir sama dengan Althof?
Semoga…
Saat anak-anak kita sedang jauh dari kita…
Allah kirimkan orang-orang baik yang mau menyapa, menemani makan, mendengarkan cerita, dan mengusap rindunya kepada orang tua. π₯Ήβ€οΈ
Karena…
Siapa yang memudahkan urusan anak orang lain, insyaallah Allah akan menjaga anak-anaknya dengan cara yang tidak pernah ia sangka. π€²β¨
Semoga Althof segera sehat, kembali semangat belajar, dan menjadi anak yang membanggakan kedua orang tuanya.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin… π€²πΉ
π Warung Mie Ayam Ngebrak, Gamplong ππ
βοΈ By @arifagungn